Penghimpun Kebahagiaan

Penghimpun Kebahagiaan

Penghimpun Kebahagiaan

Editor :

Musa Kazhim

Publish number :

Pertama

Publication year :

2003

Publish location :

Jakarta

Number of volumes :

1

ISBN :

979-3018-37-2

(0 Suara)

QRCode

(0 Suara)

Penghimpun Kebahagiaan

Kebahagiaan sejati bukanlah hasil dari kenikmatan lahiriah, tetapi buah dari penyucian jiwa dan kesempurnaan moral. Penghimpun Kebahagiaan menuntun pembaca untuk memahami hakikat kebahagiaan sebagaimana diajarkan para arif dan ulama besar Islam. Karya monumental ini mengajarkan bahwa kesejahteraan batin hanya dapat dicapai melalui pengendalian nafsu, keseimbangan akal, dan ketaatan kepada Tuhan.

Tentang Buku Ini

Buku ini merupakan terjemahan dari The Collector of Felicities (Jāmiʿ al-Saʿādāt), mahakarya ulama dan filsuf etika Islam abad ke-18, Muḥammad Mahdī ibn Abī Dharr an-Naraqī (w. 1795 M). Diterbitkan oleh Ansariyan Publications (Qom, Iran) dan dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia oleh Ilham Mashuri dan Sinta Nuzuliana, buku ini disunting oleh Musa Kazhim dan diterbitkan oleh PT. Lentera Basritama.
Edisi ini memperkaya naskah klasik tersebut dengan flow chart presentasi visual karya Syed Gul Muhammad Naqvi, yang membantu pembaca memahami struktur ajaran moral Naraqi secara sistematis. Melalui perpaduan antara rasionalitas dan spiritualitas, penulis membimbing manusia menuju kebahagiaan hakiki yang berakar pada ilmu, amal, dan pengenalan diri.

Yang Akan Anda Temukan

  • Penjelasan komprehensif tentang konsep kebahagiaan (saʿādah) menurut filsafat dan etika Islam.

  • Uraian tentang penyakit-penyakit hati dan cara penyembuhannya melalui penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs).

  • Peta visual yang menggambarkan jalan menuju kesempurnaan moral manusia.

  • Integrasi antara filsafat moral, tasawuf, dan ajaran Qur’ani.

  • Panduan praktis bagi pencari ilmu dan kebajikan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Tentang Penulis

Muḥammad Mahdī ibn Abī Dharr an-Naraqī adalah ulama, filsuf, dan sufi besar dari Naraq, Iran. Ia termasuk tokoh utama dalam tradisi ḥikmah (filsafat ilahi) pasca-Ṣadrā dan dikenal melalui karya-karya monumental seperti Jāmiʿ al-Saʿādāt dan Miʿrāj al-Saʿādah. Pemikirannya menekankan penyatuan antara akal, wahyu, dan intuisi sebagai jalan menuju kesempurnaan manusia.

Untuk Siapa Buku Ini?

Buku ini diperuntukkan bagi pelajar ilmu akhlak, peneliti filsafat Islam, dan setiap pencari kebijaksanaan yang ingin memahami jalan kebahagiaan melalui pembersihan jiwa dan pengendalian diri menurut ajaran para ulama Ahl al-Bayt (ʿa).