Ada Apa Setelah Mati?

Ada Apa Setelah Mati?
Author :
Editor :
Interpreter :
Publisher :
Publish number :
Pertama
Publication year :
2005
Publish location :
Jakarta
Number of volumes :
1
ISBN :
979-3617-11-X
(0 Suara)

(0 Suara)
Ada Apa Setelah Mati?
Buku Ada Apa Setelah Mati? adalah salah satu karya ringkas namun mendalam dari mufasir besar abad ke-20, Allamah Muhammad Husain Thabathaba’i, yang menguraikan perjalanan manusia setelah kematian berdasarkan perspektif Al-Qur’an. Dengan pendekatan filosofis, rasional, dan tekstual, Thabathaba’i mengajak pembaca memahami hakikat hidup, mati, dan alam setelahnya.
Tentang Buku
Karya ini menyajikan pembahasan sistematis tentang perjalanan ruh manusia setelah kematian, mulai dari fase barzakh, kebangkitan, hingga kehidupan abadi. Penulis menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kematian, memberikan penjelasan filosofis yang memperkaya pemahaman, sekaligus membantah miskonsepsi yang sering berkembang.
Bahasa terjemahan Ahmad Hamid Alatas serta penyuntingan Redaksi Misbah menjadikan buku ini mudah dipahami tanpa menghilangkan kedalaman pemikiran Thabathaba’i.
Apa yang Akan Anda Temukan
Dalam buku ini, pembaca akan menemukan:
-
Uraian Qur’ani tentang hakikat mati dan kehidupan setelahnya.
-
Penjelasan tentang alam barzakh dan proses perpindahan jiwa.
-
Gambaran mengenai kebangkitan, hari perhitungan, dan kehidupan kekal.
-
Analisis filosofis yang menjembatani wahyu dan nalar.
-
Penjelasan ringkas namun padat, cocok untuk pembaca pemula maupun peneliti.
Tentang Penulis
Allamah Muhammad Husain Thabathaba’i (1903–1981) adalah mufasir, filosof, dan pemikir Islam terkemuka dari Iran. Karya monumentalnya, Tafsir al-Mīzān, menjadi salah satu rujukan utama tafsir tematik dan filosofis dalam dunia Islam. Pemikirannya dikenal karena kedalaman analisis serta integrasi antara akal dan wahyu.
Untuk Siapa Buku Ini?
Buku ini sangat cocok bagi pelajar dan mahasiswa studi Islam, pengajar tafsir, peneliti filsafat Islam, serta pembaca umum yang ingin memahami kematian dan kehidupan setelahnya berdasarkan Al-Qur’an dalam bahasa yang jernih dan rasional.






